Tartil Alquran, Membaca Tidak Sekedar Membaca

Menunaikan bacaan kitab suci terkadang menjadi formalitas hanya sekedar membaca tanpa mendalami isi makna pesan yang disampaikan dalam setiap firman. Banyak kaum muslim yang hanya membaca tanpa memahami apa yang dibacanya dalam Kitab suci. Oleh karenanya, tartil Alquran merupakan salah satu cara yang dapat menghindarkan kaum muslim dari hal tersebut. Tarti kitab suci sendiri terkadang dipersepsi sebagai lantunan ayat suci kitab suci dengan mempergunakan lagu atau nada-nada tertentu dengan tajwid yang matang. Namun, arti sebenarnya dari tartil quran ialah perlahan-lahan atau tidak tergesa-gesa. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muzzamil (4) “Dan baca lah kitab suci dengan perlahan-lahan.”

Ketahui Makna Setiap Ayat dengan Tartil Alquran

Banyak ulama mengkaji firman tersebut, salah satunya datang dari Ibnu Katsir, dengan mengatakan bahwa bacalah kitab suci secara perlahan-lahan karena hal itu akan membantu untuk memahami kitab suci dan men-tadabburi-nya sepertihalnya Rasulullah yang senantiasa memutus-mutus bacaannya ayat demi ayat. Pada surat Al-Baqarah ayat 121 disebutkan pula bahwa orang yang telah diberikan kitab dan membacanya dengan sungguh-sungguh maka tergolong sebagai umat yang beriman. Sedangkan orang yang mengingkarinya tergolong orang yang merugi. Tartil Alquran merupakan metode baca quran yang menghindari seseorang hanya sekedar membaca kitab suci tanpa memaknainya. Oleh karena, susbstansi paling dasar ialah pada pemaknaan firman dalam ayat-ayat suci alqura itu sendiri. Namun, tidak banyak kaum muslim yang menyadari pentingnya tartil kitab suci apalagi dengan perkembangan jaman dewasa kini yang menggeser paradigma teologis menjadi hal yang terpinggirkan.

Melalui tartil kitab suci banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh kaum muslim. Salah satunya ialah pahala yang berlipat sebagaimana dijanjikan Alllah SWT. Selain itu, orang yang membaca kitab suci dengan tartil lebih sempurna dalam membacanya dan mengamalkan bacaa kitab suci ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, tartil kitab suci sangat erat kaitannya dalam upaya mendekatkan diri pada Ilahi. Dengan tartil kitab suci, tidak hanya manfaat menunaikan kewajiban semata yang diperoleh namun secara rohani juga berdampak positif. Salah satu indikatornya adalah dengan mendapatkan ketentraman jiwa dengan tartil Alquran.

share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *