AlQuran dan Terjemahan dalam Al-Qur’an Digital

Manusia itu tidak akan sesat dalam menjalani kehidupannya di dunia dan akhirat jika mereka tetap berpegang teguh pada dua perkara, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, jika kita menginginkan keselamatan yang haqiqi; maka janganlah kita menjauhi kedua panduan umat Islam tersebut. Membaca dan mempelajari isi kandungan beserta ilmu yang terkait didalamnya merupakan hal pokok yang harus dilakukan supaya kita dapat menjadikan kedua pedoman hidup tersebut dengan sebenar-benarnya. Mari kita pelajari bersama apa yang dimaksud AlQuran dan terjemahan serta keterkaitannya dengan pembukuan Al-Qur’an masa kini yang dilengkapi dengan teknologi digital!

Pengertian Al-Qur’an

Secara etimologi atau bahasa, Al-Qur’an berasal dari Bahasa Arab yaitu qara’a-yaqra’u-qur’anan yang artinya adalah bacaan. Sedangkan secara istilah, Al-Qur’an merupakan kumpulan bacaan berupa firman Allah yang sudah dibukukan secara sistematis sehingga dapat dijadikan panduan hidup manusia. Al-Qur’an yang terdiri dari 30 Zuz, 114 Surat dan 6666 Ayat tersebut diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat jibril secara bertahap dalam tempo 22 Tahun, 2 Bulan, 22 Hari. Hal tersebut didasarkan pada latar belakang (azbab An-nuzul ) suatu kejadian atau pristiwa yang sedang terjadi pada waktu itu.

Pengertian Terjemahan

Apa yang dimaksud dengan terjemahan? Pada dasarnya, terjemahan merupakan sebuah interpretasi makna dalam sebuah teks bahasa asal yang dirubah menjadi bahasa target. AlQuran dan terjemahan digunakan supaya isi yang terkandung dalam bahasa asal itu dapat dikomunikasikan kepada bahasa target yang telah dikuasai oleh masyarakat yang telah menggunakan bahasa target tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Begitu juga dalam konteks AlQuran dan terjemahan yang berbahasa Arab, otomatis Al-Qur’an di negara kita diterjemahkan k edalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya supaya lebih mudah dipahami.

AlQuran dan Terjemahan dalam Al Qur’an Digital

Pada mulanya, AlQuran dan terjemahan dalam bentuk tulisan saja. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang ada Al-Qur’an mulai diterjemahkan dalam bentuk tulisan maupun file audio. Kita dapat menemukan terjemahan tulisan dan terjemahan suara tersebut pada model Al-Qur’an Digital sebagai model pembukuan Qur’an masa kini yang dapat memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami pedoman hidup umat islam tersebut. Digial Qur’an itu sendiri telah beredar di Indonesia dengan beragam bahasa sehingga selain belajar terjemahan Qur’an dalam bahasa Indonesia; kita juga dapat belajar bahasa asing yang ingin dikuasai.

Salah satu manfaat terjemah dalam Al-Qur’an Digital adalah dapat dipelajari dan dipahami dimanapun kita berada sehingga belajar Al-Qur’an bukan hanya sebatas di madrasah atau mesjid saja. Selain dapat membaca terjemahan Qur’an dengan mudah, kita juga dapat mendengarkan lantunan bacaan AlQuran dan terjemahan ketika bersantai di rumah, di kantor, di perjalanan, sebelum tidur, dan lain sebagainya. Dengan sajian lantunan dari Qori-Qori terpopuler nasional, maupun internasional akan membuat kita lebih muda belajar dan memahami Al-Qur’an dengan benar. Disisi lain, dengan mendengarkan lantunan tersebut, maka hati kita akan merasa lebih tenang dan damai.

Bagaimana upaya penerjemaahan Qur’an tersebut dapat dilakukan? AlQuran dan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah lainnya melalui proses yang sangat panjang dan tidak sembarang orang dapat menjadi mufasir atau ahli terjemah. Mereka harus dibekali oleh ilmu pengetahuan yang cukup serta memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat sehingga kemungkinan salah penafsiran dapat diminimalisir.

Pengetahuan yang harus dimiliki oleh para mufasir dalam penerjemahaan Al-Qur’an , diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, seorang mufasir harus menguasai bahasa Arab serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Oleh karena itu, ilmu-ilmu yang berhubungan didalamnnya seperti Ilmu nahwu, sharaf, Isytiqaq (asal-usul kata), balaghah (retorika, metafora), Asbabu an-Nuzul (latar belakang turunnya Al-Qur’an), Nasikh dan Mansukh, Hadith, Ushul Fiqh, Qira’at (tata cara membaca Al-Quran), dan Ushuluddin harus benar-benar dikuasai dengan baik. Kedua, seorang mufasir harus mengetahui tentang kebudayaan sosial kemasyarakatan modern. Hal ini sangat penting agar seorang mufasir tersebut dapat menjadi pembimbing masyarakat dalam memecahkan berbagai problematika umat dengan obat-obat manjur yang telah terdapat di dalam Al-Qur’an. Harapannya, umat manusia dapat hidup dengan terarah sehingga motivasi mereka untuk meggapai ridha Allah akan semakin tinggi. Ketiga, mufasir harus menguasai ilmu tentang sains dan teknologi sehingga penafsirannya tersebut dapat dikaitkan dengan beragam inovasi teknologi yang sedang berkembang dan semua itu dapat dipecahkan dengan mukjizat Al-Qur’an. Banyak inovasi teknologi yang telah disuratkan oleh Allah berabad-abad lalu dan baru terkuak olah manusia pada saat ini. Oleh karena itu, bukan merupakan sesuatu yang tidak mungkin jika masih banyak misteri inovasi teknologi yang belum dipecahkan dan Al-Qur’an dapat menjadi jawabannya.

Selain berbekal pengetahuan yang cukup, mufasir juga harus memiliki akidah keimanan yang benar dan kuat agar dalam penafsirannya tidak akan menyesatkan umat yang akan membaca dan mempelajarinya. Selain iman yang kuat, mufasir juga harus dihiasi dengan akhlak mulia. Oleh karena sifat wajib yang ada di Rasul harus dikedepankan, yaitu sidik, amanah, tabligh, dan fatonah. Dengan memiliki ketiga sifat mulai tersebut, maka seorang mufasir akan terhindar dari mempertuhankan hawa nafsu yang bisa menjerumuskan ke jalan sesat. Terahkir, seorang mufasir harus menguasai ilmu mauhibah. Apa yang dimaksud dengan ilmu tersebut? Mauhibah adalah ilmu yang dapat membimbing seorang mufasir untuk mengamalkan isi Al-Qur’an yang telah ketahui dan dipahami.

Terjemahan Digital Quran tetap berpedoman pada kaidah yang berlaku dalam menafsirkan Al-Qur’an pada umumnya termasuk ilmu pengetahuan, akidah, dan akhlaq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *